KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA


Akibat pesan berantai di medsos, istri anggota polisi ini nyaris diamuk massa

http://www.riaulive.id/akibat-pesan-berantai-di-medsos-istri-anggota-polisi-ini-nyaris-diamuk-massa.html

Selatpanjang – Istri seorang anggota polisi di Kepulauan Meranti berinisial RM ini tak henti-hentinya membuat sensasi. Setelah sebelumnya terkena masalah akibat kicauannya tentang Bupati Kepulauan Meranti, kini RM kembali membuat ulah dengan menuduh daerah tempat tinggal nya sebagai sarang narkoba.

Dalam pesan nya kepada sejumlah orang melalui aplikasi medos Facebook, RM mengatakan bahwa rumahnya sering diintai oleh sejumlah pemuda dan mengatakan bahwa daerah tempat tinggal nya adalah sarang narkoba. RM yang ditinggal suaminya pergi pendidikan ini bahkan menuduh Bhabinkamtibmas yang menghasut massa dan juga menuduh Bhabinkamtibmas adalah pemakai narkoba.

pesan yang diduga dikirim oleh RM

Akibat pesan ini, tak ayal massa yang tak menerima menggeruduk rumah RM untuk meminta RM pergi dari daerah mereka.

“Kami tak terima kampung kami dibilang sarang narkoba bang”, ucap salah seorang warga.

“Halau saja dia itu, kami siap tes urine kalau perlu. Jangan asal menuduh saja dia”, timpal warga lainnya.

Dari pantauan, Selasa (9/7/2019) sekitar pukul 20.30 WIB, kerumunan warga semakin memadati sekitaran rumah RM, sementara aparat Kepolisian juga sudah berada di lokasi dan menjaga di depan pintu rumah tersebut.

Selang beberapa saat, pihak Kepolisian langsung membawa RM masuk ke dalam mobil yang telah standby di sekitar lokasi. Wanita itu pun tampak tertunduk masuk kedalam mobil dengan menggunakan helm.

Kemudian, warga pun terus mengerumuni mobil aparat Kepolisian yang membawa wanita itu dengan memfoto dan memvideokan kejadian tersebut. Perlahan mobil berjalan, warga pun mulai membubarkan diri.

“Beruntung kepolisian cepat datang dan membawa pergi, kalau tidak tentu akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena warga makin terus berdatangan,” ujar Mahmudin selaku Ketua RW 04 atau RW setempat.

Kata Mahmudin, dirinya selaku ketua RW sebenarnya sangat menyayangkan sampai terjadi seperti itu.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Selatpanjang Selatan Brigadir Solehudin mengungkapkan bahwa persoalan tersebut berawal dari chatingan di media sosial lewat inbox oleh RM ke warga setempat yang diduga berisikan ucapan yang kurang pantas sehingga memicu terjadinya peristiwa tersebut.

“Yang jelas kita amankan dulu biar tidak tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan persoalan ini segera selesai,” pungkasnya.(RL)

Tulis Komentar Anda