KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA


Bea Cukai Tangkap Kapal Bermuatan Bahan Peledak

http://www.riaulive.id/bea-cukai-tangkap-kapal-bermuatan-bahan-peledak.html

KEPRI – Petugas Direktorat Jenderal Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap kapal bermuatan 3.300 karung substansi yang bisa menjadi bahan peledak ammonium nitrate yang akan diselundupkan ke Indonesia.

“Modus operandi mereka berlayar melalui lautan lepas yang kondisi alamnya ekstrim,” kata Kepala Seksi Operasi Ditjen Bea Cukai Kantor Wilayah Kepulauan Riau, Andhi Pramono dalam keterangan persnya, Rabu.

Kapal Patroli bernomor BC10001 pada Minggu (23/9) menangkap KLM Cinta Damai dengan 15 orang anak buah kapal (ABK) di perairan internasional Malaysia-Laut China Selatan.

Kapal tersebut memuat 3.300 karung ammonium nitrate di mana setiap karung berisi 25 kg ammonium nitrate.

Menurut Andhi rute yang diambil pelaku mengindikasikan ada niatan untuk menghindari pantauan aparat, namun patroli Bea dan Cukai berupaya mengejar dan menangkap kapal dan ABK Cinta Damai.

“Pelaku berusaha mengelabuhi petugas dengan menggunakan karung pupuk sebagai kemasan luar tapi kami sudah melakukan test laboratorium dan hasilnya positif murni ammonium nitrate yang bisa digunakan sebagai bahan baku peledak,” sebut Andhi.

Saat ini kapal, nakhoda, ABK dan muatan telah digiring ke Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Untuk sementara nakhoda ditetapkan sebagai tersangka,” sebut Andhi.

Sebelumnya petugas Ditjen Bea Cukai juga mengamankan sebuah kapal tanker MT Martha Global (bendera Indonesia) dengan muatan 35 ribu kilo liter minyak mentah di laut Natuna (Kepulauan Riau) dan akan menuju ke Malaysia. Kapal tersebut seharusnya melalui jalur Dumai-Cilacap.

Kapal super tanker berbobot 45 ribu ton itu telah menyalahi jalur pelayaran dan membelokkan tujuan ke luar daerah pabean sehingga harus memenuhi kewajiban kepada negara terkait ekspor.

Dibutuhkan waktu 15 jam untuk menarik kapal super tanker berisi minyak mentah yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut dari lokasi penangkapan ke Kantor Wilayah Bea dan Cukai khusus Kepulauan Riau.(ant)

Tulis Komentar Anda