KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA


Bupati: kabut asap di Siak masih di bawah batas ambang

http://www.riaulive.id/bupati-kabut-asap-di-siak-masih-di-bawah-batas-ambang.html

Siak – Bupati Siak Alfedri mengungkapkan bahwa kondisi kabut asap di wilayahnya masih di bawah batas ambang sehingga untuk meliburkan kegiatan sekolah dianggap belum diperlukan meskipun memang terjadi kebakaran lahan.

“Artinya kalau sampai harus meliburkan sekolah, kita belum, Belum ambang membahayakan,” kata Alfedri usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Siak, Jumat.

Meski begitu, dikatakannya, memang ada beberapa kecamatan yang didiskusikan, tapi belum sampai pada tataran diliburkan. Adapun yang berasap katanya itu adalah kiriman asap dari Kabupaten Pelalawan.

Terkait imbauan kepada masyarakat, lanjutnya, harus melihat dulu keadaan untuk keluar rumah. Jika berasap tebal dia menilai adalah suatu keharusan untuk mengenakan masker.

“Tengok kalau asapnya tebal kita mengharuskan pakai masker untuk jaga kesehatan, nantibanyak pula yang sakit infeksi saluran pernafasan akut. Itu untuk mencegah lah,” ujarnya

Hal itu karena di Siak tidak memiliki alat pengukur Indeks Kualitas Pencemaran Udara (ISPU) yang rusak. Alfedri mengaku telah mengusulkan yang baru karena itu bukanlah aset Pemkab Siak, tapi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Terkait kebakaran lahan di Siak, katanya, memang ada dan sekitar 50 hektare lahan terbakar. Di antaranya di Kecamatan Koto Gasib, Mempura dan Dayun serta juga di lokasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Sabak Auh.

“Di cagarbiosfer ada sedikit, tapi lebih banyak yang di Bengkalis, kita memang ada sebagian,” imbuhnya.

Kebakaran tersebut sebagian besar merupakan lahan dan masyarakat. Ada PT Wahana Subur Sawit Indah yang terbakar perkebunan plasmanya di Koto Gasib serta di Dayun lokasinya dekat dengan PT Ekawana.

Sumber : Antara

Tulis Komentar Anda