KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA


Kantor Imigrasi Selatpanjang Terapkan Sistim OSS

http://www.riaulive.id/kantor-imigrasi-selatpanjang-terapkan-sistim-oss.html
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Selatpanjang, Tohadi, SH, MH

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Selatpanjang, Tohadi, SH, MH

SELATPANJANG – Kepala kantor Imigrasi (Kakanim) kelas II Selatpanjang, Tohadi, SH, MH mengatakan bahwa mulai Senin kemarin (08/09/14), kantor Imigrasi Selatpanjang telah menerapkan sistim Pelayanan Paspor Terpadu atau One Stop Service (OSS).

“Dengan diterapkan sistim ini maka pengurusan paspor di wilayah Kepulauan Meranti akan menjadi lebih singkat masa pengurusannya”, ucap Kakanim.

Kakanim juga menambahkan bahwa dengan diterapkannya sistim ini, maka pengurusan paspor hanya melalui satu meja saja. Masyarakat yang ingin membuat paspor tidak perlu repot mengantri berulang kali.

Kakanim juga membantah adanya isu percaloan dilingkungan kantor Imigrasi. “Tidak ada calo disini”, tegasnya. “Mungkin yang dianggap calo itu adalah teman-teman biro jasa yang menawarkan jasa pembuatan paspor. Kalau calo kita tindak tegas”, lanjutnya.

Selain itu Kakanim juga menghimbau kepada masyarakat untuk langsung berurusan dengan pegawai kantor. “Sebenarnya untuk membuat paspor atau mengganti paspor yang habis masa berlakunya sangat mudah. Masyarakat cukup membawa KTP, KK dan Akte Kelahiran. Jika tidak ada Akte, bisa diganti dengan ijazah atau surat nikah. Maksimal 3 hari paspor sudah selesai”, terangnya.

“Selain itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP atau KK wilayah Kepulauan Meranti tidak menjadi masalah. Kita layani walau dari luar daerah tanpa ada surat tambahan”, jelasnya.

Ditanya mengenai pengurusan paspor yang mahal dan lama, Kakanim membantah hal tersebut. “Untuk diketahui, Imigrasi hanya menarik biaya sebesar Rp. 355.000.- dan tidak ada tambahan lagi. Untuk waktu seperti yang saya katakan tadi maksimal 3 hari kerja jika memang semua persyaratan surat nya lengkap”.

Selain itu, saat RiauLive.com mengkonfirmasi mengenai Rumah Dinas yang tidak ditempatinya, Kakanim mengatakan bahwa dirinya memang tidak menempati Rudin tersebut. “Kondisi rudin tersebut tidak layak huni. Kita sudah berkali-kali mengusulkan kepada Dirjen untuk mengalokasikan dana perbaikan. Tapi sampai saat ini belum turun juga. Sampai-sampai saya juga terpaksa nge-kost”, ucapnya.

Kakanim kelas II Selatpanjang pada akhir wawancara juga meminta kepada semua pihak untuk bekerjasama dengan Imigrasi dalam masalah keimigrasian di Kepulauan Meranti. “Contohnya, jika ada event atau kegiatan yang mengundang warga negara asing, diharapkan panitia pelaksana dapat melaporkan tamu yang diundang kepada kami untuk kami data dan pantau keberadaannya. Hal ini sangat penting, karena keberadaan WNA diwilayah Indonesia adalah menjadi tugas kami untuk memantau keberadaannya”.(RL)

Tulis Komentar Anda