KLIK LAMBANG DAERAH UNTUK MELIHAT BERITA



Meranti Gelar Seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi 3T Perdana di Riau

http://www.riaulive.id/meranti-gelar-seleksi-afirmasi-pendidikan-tinggi-perdana-di-riau.html

SELATPANJANG – Sebanyak 50(limapuluh) 0rang Siswa Lulusan Sekolah menengah Atas kab. Kepuluan Meranti dari daerah 3T (Terluar, terdepan dan tertinggal)  dari 5 (lima) Kecamatan, yaitu Kecamatan Tebing tinggi barat, Tebingtinggi Timur, Rangsang pesisir, Merbau dan Pulau Merbau, Pukul 10:00 Wib,  Hari ini (17/4) mengikuti tes seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 3T (2018) di SMA Negeri Tebingtinggi Jalan Pelajar Dorak Selatpanjang Timur.

Berdasarkan Rakor yang diselenggarakan bebrapa waktu yang lalu di pekanbaru, dua kandidat Kabupaten yakni Bengkalis dan Kepulauan Meranti, ketidak hadiran Perwakilan dari Kab. Bengkalis menjadikan Kepuluan meranti menjadi pelaksana tes seleksi Afirmasi Pendidikan Tinggi yang pertama diselenggarakan di Riau.

Bupati Kepulauan Meranti sebagai Kepala Pemerintahan, Melalui Asisten III(tiga) bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah kepulauan Meranti Drs.H Tengku Akhrial menyambut baik akan program Afirmasi Pendidikan Tinggi ini.

Pemerintah Kab. kepuluan meranti mengucapkan terimakasih kepada DIKTI dan Dinas Pendidikan Kab. Kepulauan Meranti Atas usaha yang luarbiasa giat, sehingga Program Afirmasi Pendidikan Tinggi dapat dilaksanakan pada pagi hari ini, Sambut Tengku Akhrial

Ia berharap kepada Pak Koekoeh Santoso Sebagai Perwakilan dari DIKTI Pusat dan Pihak Perguruan Tinggi bisa menyampaikan ke Pemerintah pusat, sebab perguruan tinggi lebih cepat di dengar aspirasinya, kami di kab. Kepuluan Meranti ini sangat terisolir, jauh dari ibukota, transportasipun sangat terbatas, Tandas Tengku Akhrial

Agar kami tidak tertinggal lagi, dan tidak bersemboyan “Garuda di dadaku, Ringgit di perutku”  sampaikan pesan kami kepada pemerintah Pusat, untuk membuka Isolasi daerah, kami membutuhkan jembatan seperti Jembatan Suramadu yang langsung untuk membuka Akses ke daratan pulau Sumatra, dan harapan kami pemerintah pusat juga memperhatikan lebih jauh tetatang perbatasan  tentunya dengan perhatian yg lebih khusus. pinta T.Akhrial pada seremoni pembukaan Test Seleksi ADik 2018 di SMA Negeri 3 Tebingtinggi.

Kepada 50 Peserta Tes Afirmasi ini ia berpesan Jangan kecil hati menjadi orang meranti yang makan sagu, orang yg makan sagu itu kuat-kuat, dan percayalah ini merupakan kesempatan yg diberikan pemerintah kepada anak-anak ku semua, laksanakan tes ini dengan baik menggunakan rumus “3S” Santai Serius sukses (seperti apa yg diharapkan) pesannya

Ia menambahkan hijarahlah dari pemikiran kehidupan yg tertinggal di kampung, dengan hijrah lah anakku semua akan berhasil, setelah berhasil maka balik kampung lagi untuk membangun kampung, supaya orang tau walau kita orang kampung tapi bukan kampungan.

Hal Senada disampaikan Kadis Pendidikan H. Rosdaner, jangan pernah ragu dalam melakukan Tes Seleksi ini nanti, Sebab rejeki kita sudah diatur semuanya, yakin dan percayalah pada diri sendiri.

Saya berharap dari 50 Peserta ini banyak yang berhasil nantinya untuk bisa mewakili Kab. Kepulauan Meranti masuk ke Universitas terkemuka di Indonesia, dan mengharumkan nama Daerah kita. Selamat mengikuti Tes semoga berjalan dengan baik, harapan kita semuanya bisa, lulus dan berhasil, Pesan H. Rosdaner

Semoga dengan program yang dilaksanakan setiap tahun ini, masyarakat kita di Kab. termuda ini terbantu dari ketertinggalan,. pungkas Om Daner

Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) ini diperuntukan bagi siswa-siswi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dari berbagai propinsi yang dikatergorikan sebagai  daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) di seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar putra-putri daerah yang berprestasi ditunjukkan dengan nilai indeks prestasi akademiknya yang tinggi agar dapat melanjutkan belajarnya di perguruan tinggi dengan biaya dari Pemerintah. Diharapkan putra-putri daerah tersebut kelak berhasil dan kembali ke daerahnya untuk menerapkan ilmu yang dicapainya untuk Membangun Daerah, yang akan berimbas pada pembangunan secara Nasional, hal ini disampaikan Koekoeh Santoso Dosen IPB.

Koekoeh Santoso juga menerangkan program yang dilaksanakan sejak 2016 ini diluncurkan karena secara faktual masih terdapat putra-putri bangsa tidak memperoleh akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Mereka tidak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lainnya melalui jalur SNMPTN-SBMPTN.

Mereka direkrut atas rekomendasi sekolah, berdasarkan pertimbangan prestasi akademik yang tercatat dalam buku laporan pendidikan siswa. Namun, sebagian besar penerima beasiswa tidak mampu beradaptasi dengan kondisi pembelajaran di perguruan tinggi negeri. Alhasil, mereka mengalami kegagalan atau prestasi akademiknya sangat buruk.

Tes ini merupakan tes khusus yg tidak disandingkan denga siswa yg sudah mapan, mereka disandingkan dengan sesama siswa yaang berasal dari daerah 3T se indonessia, sehingga kesempatan mereka sangat besar, Program ini khusus di alokasikan oleh pemerintah Pusat, terutama kementrian RISTEK DIKTI Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Jelas Koekoeh kepada Riaulive

Sementara Output dari dilaksankanya Program ini adalah percepatan pembangunan di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) melalui pendekatan sumberdaya manusia, khususnya Bidang Pendidikan, yang mena hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke IV (empat) Fungsi terbentuknya pendidikan adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Pungkas Koekoeh. (pnd)

Tulis Komentar Anda